Peminta – minta itu

Written by oktasihotang | dibaca : 2074 kali

Tulisan ini bukan untuk menggurui, atau menjelek – jelekkan suatu daerah dan kebiasaan kehidupan sosial, ini hanya sebuah pemikiran seorang upiler saja

Oke, back with me now. Kali ini temanya masih mengenai permasalahan sosial yang sering terlihat oleh mata dan yang sering terjadi disekitar kehidupan sosial kita. Kemarin sepulang dari kantor, dibilangan jakarta barat emang nggak ada hujan (tumben – tumbenan), pulang sekitar jam 7an, biasanya pulangnya jam 17.30an. Nah, pas naik busway dari halte INDONESIAR menuju halte harmoni lalu lanjut ke halte senen dan kemudian sampai dihalte cempaka tengah (secara disitu aku tinggal). Dan ternyata kemarin didaerah jakarta pusat (mulai pasar cempaka lanjut kearah pulau gadung (ntah hujan juga ga tw aku)), dan yang jelas didaerah cempaka putih hujan deras, namun pas aku turun dari busway udah agak reda (gerimis – gerimislah). Kok jadi omongin hujan sih ?

Yah, ini ada hubungannya tw. Yaitu, mungkin teman sekalian yang tinggal dijakarta dan sekitarnya atau yang udah pernah kejakarta, pasti udah pada tw klo dijembatan – jembatan penyebrangan itu identik dengan keberadaan PEMINTA – MINTA (sori klo aku pake kata itu). Nah, kejadian ini jelas terjadi aku lihat tadi malam klo dijembatan penyebrangan busway dihalte cempaka tengah itu duduk seorang ibu – ibu yang bisa dibilang udah tua, ia duduk diantara belokan jembatan klo mw ke halte busway utk beli tiket (udah pada tw dimana posisinya kan ?), nah, pas aku turun dari busway dan naik jembatan, aku melihat ibu itu duduk dibawah rintihan hujan sambil menengadahkan tangannya kearahku. Tersentak aku berhenti sejenak tapi aku nggak tw apa yang harus aku lakukan padanya.

Pengen banget memberi sesuatu kepada ibu itu tadi malam, Cuma jujur saat ini pemenuhan kebutuhanku masih seret bulan ini dan bisa dikatakan masih belum cocok untuk memberi (gimana mw memberi coba, untuk makan aja masih berpikir, seperti itulah kira – kira). Emang sih pemberian sesuatu itu ngak dinilai dari harga dan jumlahnya, Cuma jujur aku tadi malam nggak bisa kasih apa – apa ama ibu itu (nggak enak aja kasih segepok UPIL ama ibu itukan ?, ntar nggak bisa dimanfaatin lagi), oke..oke..aku serius neh !!

Asli, kejadian tadi malam mengingatkanku dan menyadarkanku, seandainya aku seperti itu, seandainya ibuku seperti itu, seandainya keluargaku seperti itu, oh…..nyaris air mata ini keluar, Cuma masih kalahlah ama banyaknya gerimis tadi malam. Pengen bgt ngebantu ibu itu, Cuma NGGAK BISA boz. Kekmana mw aku buat !!

Nggak hanya itu saja, banyak juga anak – anak kecil yang minta – minta disepanjang lampu merah, sesekali klo ada waktu lampu merah, anak – anak itu pada mendatangi kendaraan – kendaraan yang pada berhenti dan menengadahkan tangannya untuk meminta duit. Dalam pikirkan sejenak ketika melihat anak – anak itu, “itu orang tuanya pada kemana yaks ??, dasar orang tua BANGSAT”, “klo nggak bisa memenuhi kebutuhan keluarga atau anak, jangan CETAK ANAK BANYAK – BANYAK dong, SOTOY”. Serius aku boz, terkadang aku berpikir pengen bgt memaki – maki orang tuanya klo ngelihat anak – anak yang seyogianya mendapatkan hak pendidikan, dan kehidupan yang layak (wajar masih dibawah umur) malah disuruh ngemis dan ngamen. Atau malah itu anak – anak yang dijual orang tuanya atau dibuang orang tuanya ??

Aku yakin pasti diantara teman pembaca blog ini, pada berpikiran dan banyak yang tidak sepaham dengan pendapatku yang mengatakan “kasihan melihat ibu – ibu pengemis yang hanya minta duit dijembatan penyebrangan”, atau “aku kasihan bgt lihat anak – anak dibawah umur yang menjadi peminta – minta”, atau dengan pendapatku yang ini “pengen memaki – maki orang tuanya yang telah menelantarkan anak – anaknya dan menjadi pengemis”. Pasti diantara teman pembaca blog ini banyak yang berpikiran “untuk apa mengasihani mereka ??, klo mw dapat hidup enak ya KERJA DONG !, jangan jadi peminta – minta atau pengemis !”, that`s right ??, pasti ada diantara kita yang berpikiran begitu.

Aku nggak bisa memaksa kalian untuk setuju dengan pendapatku (“aku kasihan sama mereka”), Cuma aku pengen menekankan kepada teman pembaca blog ini, klo mereka itu BUKAN PEMALAS. Klo mereka PEMALAS, untuk apa mereka harus duduk sepanjang hari, melihat semuaa orang yang lewat dihadapannya? Emang mereka hanya bisa meminta – minta, tapi bukan kehendak mereka untuk jadi seperti itu. Semua orang pasti pada mw hidup enak, punya kerjaan yang enak, duit tiap bulan cair kerekening masing – masing, dsb. Dan aku NGGAK SETUJU bgt klo hal ini dikatakan TAKDIR. Semua orang dilahirkan pada awalnya TELANJANG dan TAK PUNYA APA – APA di DUNIA ini. Cuma setiap orang mempunyai keunikan dan kepribadian yang beda – beda satu sama lainnya. Yahh..bisa dikatakan klo siibu peminta – minta itu atau sianak pengemis itu mempunyai kepribadian yang APES, tapi nggak jugalah. Pastinya mereka sudah pada berusaha dan pengen bersekolah, Cuma duit mereka NGGAK ADA. Jadinya ya seperti itu.

Yah, once again life is struggle, pastinya dulu para pembaca blog ini tidak mempunyai laptop, koneksi internet yang secepat UPIL, klo nggak bekerja keras mencari duit, bukan ?? kalian emang beruntung, nggak seberuntung ibu peminta – minta dan anak – anak pengemis itu. Pas apa kata orang bijak klo SYUKURILAH APA YANG SUDAH ADA PADAMU SAAT INI.

Well, untuk merubah kehidupan itu tidak semudah membalikkan tangan dan sekedar mengumbar kata – kata doang, mari berbuat untuk sekitar dan tunjukkan kepedulianmu kepada sesama. Salam !

PS : Baru buat halaman galery neh, silahkan kunjungin di sini

36 Comments (Upil) Betebaran Disini...

  1. masmoemet says:

    jujur aja pernah juga berfikir hampir sama dgn pikiran sampeyan, kshn kepada mereka ( khususe yg lemah ). tp pernah juga berfikir mereka tuh pemalas **maaf** ( khususe yg berbadan seger, kekar, dsb ). tp aku setuju dgn kata2 sampeyan ” … Semua orang dilahirkan pada awalnya TELANJANG dan TAK PUNYA APA – APA di DUNIA ini … ” but tergantung gmn usaha dan doa kita. trs kita juga musti berserah diri dunk ke Tuhan.

    **haduh, masmoemet hbs keracunan susu yg kemasukan upil, jd tumben banget komen’nya nglantur gitu. maap ya bang okta**

  2. suhadinet says:

    Numpang melempar upil…

  3. yudi says:

    kalo aku termasuk yang suka kasian, jadi seadanya selalu aku kasih. cuma itu sementara yang bisa kulakukan, pengen bisa bantu yang lebih berarti misal kasi kerjaan, tapi ya gimana lagi, aku belum mampu, wong aku aja serabutan gini. ga bisa omong deh

  4. wira says:

    no comment deh, karena itu seperti masalah klasik dan kompleks…

    tapi satu hal, yang berhubungan dengan amrozi cs yang masih hidup, kenapa sih mereka mikirin bunuhin orang yang mereka sebut kafir, bukannya jauh lebih mulia dan tentu saja bermanfaat kalau mereka mikirin saudara2 kita di indonesia yang masih banyak memerlukan bantuan seperti ini.

    *sorry kepanjangan dan OOT :D

  5. lala says:

    aah.. senangnya..
    kau sudah dewasa.. heuheu..
    mangkanyah.. sok atuh.. bekerja keras untuk kemapanan pribadi, untuk kemudian kemapanan bersama…

  6. Kadang sedih juga menlihat kemiskinan itu.
    STOP kemiskinan dan kemalasan.

  7. oktasihotang says:

    @masmoemet
    bener kata kamu :D
    tumben kali ini bener ngomongnya ;) )
    @suhadinet
    silahken ;)
    @yudi
    sama kita yudi..
    masih belum sanggup BICARA :D
    @wira
    yah..itu mah pemikiran orang berbeda2 bli….
    @lala
    akukan emang udah dewasa la..SAMBEL :-P
    @tukangobatbersahaja
    STOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOP
    *kau mencuri hatiku..hatiku =))

  8. easy says:

    kalau melihat para pengemis yang sudah tua renta dijalanan/perempatan/jembatan penyeberangan, suatu hal yang wajar kalau lantas kita mengucapkan kata kasihan dengan mereka. itu pertanda kita masih punya hati nurani. siapa sih yang tega lihat orang tua menghabiskan umurnya dijalanan yang tak menentu ini ?

    kalau di palembang sendiri, ada perda yang melarang kita memberi uang ke para pengemis n anak jalanan, karna itu berarti membiarkan mereka terus tumbuh. jadi lebih baik sumbangkan uang melalui yayasan2 yang mengurus mereka. supaya lebih tertib..

    Tulisan terakhir easy adalah Secret

  9. septy says:

    yah, tergantung niatnya ajah kl mau ngasih ke mereka. kl mereka bukan yg bener2 membutuhkan, itu urusan mereka ma Yang Di Atas :)

    Tulisan terakhir septy adalah tak kenal maka tak peduli

  10. gajah_pesing says:

    SYUKURILAH APA YANG SUDAH ADA PADAMU SAAT INI

    Kata-kata bijak yang sangat indah…
    Ya Allah, izinkanlah hambamu ini untuk senantiasa bersyukur akan segala nikmatmu…

  11. gajah_pesing says:

    lupa…

    numpang ngupil dulu baru les masak…

  12. Edi Psw says:

    Di perempatan Jl. Tidar Surabaya juga ada. Pengemis di sana anak-anak seusia 7-8 tahun. Di pinggir jalan ada orang tua yang sedang menggendong bayi sedang duduk di selembar tikar kumuh. Ibu kayaknya ibunya.

    Tulisan terakhir Edi Psw adalah Menghitung Harga Blog

  13. edratna says:

    Sebetulnya setiap orangtua bertanggung jawab membesarkan anak-anaknya…betapapun sulitnya, orangtua lah yang mestinya bekerja keras. Mungkin karena tahu, bahwa umumnya orang ga tega pada anak kecil, maka mereka memaksa anak kecil turun ke jalan…..dan kalau semakin banyak, setelah besar mereka akan jadi orang yang malas.

    Tulisan terakhir edratna adalah “Akrobat”

  14. Indah Sitepu says:

    Saya ga pernah ngasih ke peminta-minta yang masih berbadan sehat.

    Tau aja yahhh… cari pembantu itu syyuussyyahhhnya minta ampun, tapi peminta2 berbada segar bugar banyak.

    Karena mereka itu pendapatannya lebih banyak dari seorang pembantu.

    Lebih baik memberi tips kepada seorang yang bekerjanya baik, dari pada orang yang hanya bisa menengadahkan tangan.

    Saya memang orangnya tegaan.

    Tulisan terakhir Indah Sitepu adalah Kawin Sambil Lari Yuk….!!!!!

  15. FaNZ says:

    saya ngasi cuma buat mereka yang bener² g mampu.. kalo masi kelihatan sehat jasmani yah g usah

    Tulisan terakhir FaNZ adalah Terlalu!

  16. nich says:

    menurutku sih, gak jatahku untung mengentaskan kemiskinan (udah ada yang lebih kompeten disitu)
    tapi bukan berarti aku gak siap untuk ambil andil. masalahnya tau sendiri kan, *pengemis* pun jadi profesi sekarang ini.. kalau ditanya “kerjaan” .. yee, ngemis juga usaha tuh.. berpanas-panas, berhujan-hujan, bersusah-susah diantara lalu lalang orang..

    bukan apa-apa, kemarin kami pernah duduk nyantai di tempat makan terus ada peminta-minta (anak kecil pula).. karena gak tega juga buat “SAY NO” ya kami tawarin makan bareng.. eh, tuh anak minta duit aja (“mentahnya aja, bang”)
    mau kuketok juga kepalanya waktu itu.. jadi hilang ibaku

    Tulisan terakhir nich adalah Blog Awards

  17. oktasihotang says:

    @easy
    pernah denger sih ada peraturan kyk gitu lies…
    cuma ya, tetep aja itu rakyat indonesia :D
    @septy
    yups…keikhlasan intinya :D
    @gajah_pesing
    yups..bener bgt,
    WAT ??, mw les MASAK ?? ;) )
    @Edi Psw
    yah…itulah rakyat indonesia mas edi :(
    @edratna
    betul bgt bu :D
    klo dah malas, ya jadilah peminta2 terus.
    @Indah Sitepu
    kejam amat kak :D
    @FaNZ
    oh bgitu yaks ??
    @nich
    betul tuh pra…
    istilahnya udah dikasih hati minta jantung pulak :D
    TAPI SEKALI LAGI ITULAH RAKYAT INDONESIA

  18. presy__L says:

    nyesel ga situ ga ngasih ibu itu?? klo gw mpe kepikiran kaya gitu pasti nyesel.. hehe..

    gw juga suka sebel sama yg minta2 itu, koq ga ada usahanya gitu, tapi mo dibegimanain lagi, klo ibu2 gw cuma berpikir.. kmn ni anaknya ibunya koq ditelantarin ? tapi klo anak2, kmn ni ortunya ??

    ujung2nya,nyalahin pemerintah. knp ga bisa mensejahterakan rakyatnya. minimal dihidupin tuh anak2 terlantar seperti kata pasal. tapi mana realisasinya ?? yah..begitulah hidup di indonesia bung..

    Tulisan terakhir presy__L adalah MaaF

  19. istantina says:

    setuju pake bangetbanget tuh, iduppp emang butuh pejuangan.. seekor kucing anggora ato persia yang tinggal bobok manis menunggu sarapannya, pasti beda banget ama seekor kucing kampung ‘jalanan’ tak berutan yang harus siap menerima guyuran air panas saat ingin men’curi’ sisa tulang ikan di tempat sampah

    Tulisan terakhir istantina adalah DEMAM OSAMA eh OBAMA

  20. namada says:

    kalo pengemis gk ada..pasti pada bingung juga smua..cz mau berderma sama siapa coba? :P

  21. anny says:

    Daerah cempaka putih yg kolong jembatan dekat ITC itu memang markasnya peminta minta dan pengamen yang beraneka ragam.
    Kalo mau memberi beri saja ito, asal ikhlas.
    Mereka itu semuanya baik pada dasarnya tetapi udah kena virus malas jadi gak mau berusaha untuk kerja yang lebih baik.

  22. budiernanto says:

    saya tidak suka dengan peminta-minta..

  23. ghozan says:

    permasalahan klasik… kalau gak ada bantuan dari pemerintah untuk mengentaskan mereka dari kemiskinan selamanya mereka akan menjadi peminta-minta… yang jelas sistem di negara kita yang harusnya diubah katanya fakir miskin dan anak2 telantar dipelihara oleh negara… bener gak tuh?

    Tulisan terakhir ghozan adalah A Very Good Lesson

  24. Harry says:

    kalau peminta-minta ibu2 tua gitu sih kasihan, kalau yang masih muda gitu malah jadi iklhas mau ngasihnya

    Tulisan terakhir Harry adalah Jangan Meludah Sembarangan

  25. daun says:

    yah beginilah hidup… semoga mereka bisa bertahan di jakarta…

  26. Jiban says:

    semakin banyak aja peminta-minta…

  27. emfajar says:

    prihatin ngeliat fenomena ini,, sekarang makin banyak aja ya :(

  28. Makanya lain kali upilnya dilapis emas, biar bermanfaat. wakakakakak…

    nggak hanya di jakarta koq mas, tingkat kemiskinan di indonesia sudah merata, nggak tau ini keberhasilan pemerintahan orde reformasi atau apa…

    Tulisan terakhir blogger insyaf adalah Akhirnya “Kebenaran Yang Salah” itu Kembali “Benar”

  29. Memang itu masalah kota jakarta, rata2 yang jadi pengemis itu sebenernya bukan orang jakarta bang okta, mereka kaum urban yang datang k jakarta tanpa keahlian.

    Akhirnya bukan malah cari kerjaan d jakarta, eeehhh,,, malah ngemis, menuh2in jakarta.

    *jahat banget gw*

  30. Kemiskinan , apakah Itu wajah indonesia sesungguhnya , ???????
    Apakah itu sebagai tanda Kegagalan Pemerintah ????
    Apa Karna Tuhan Sudah Manggariskan seperti itu ??????

    Maka yang bisa saya lakukan adalah bersyukur dan ngupil :D

  31. Eljaholic says:

    Ga cuma dijakarta sih..

    Realita yang ada memang seperti itu… saya sebisa mungkin selalu memberi walau hanya sekedar recehan..

    Pernah satu kali saya agak jengkel juga.. waktu itu pulang kuliah saya naek motor.. punya duit 10 ribu selembar di dompet.. dan recehan Rp 200 di kantong.. saya kasih lah Rp 200, dia menolaknya dan berlalu.. hmm.. minta2 kok milih sih..

  32. Myryani says:

    tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah… :)

    Tulisan terakhir Myryani adalah Till Death Do Us Part

  33. wi3nd says:

    idealna setiap manusia ituh punya pekerjaan sesuai d9 y9 diin9inkan..
    dan tidak ada oran9 y9 in9in mejd peminta minta,tapi mreka berbuat ituh karna mreka butuh&ituh pekerjaan y9 cepat…..

    klu nda mau n9asih ya nda papa,nda sah n9edumel hehe…

    Tulisan terakhir wi3nd adalah ~cuBa!n~

  34. Tetapi saat ini ada juga loh yg memanfaatkan seperti itu dalam artian pengemis di jalanan ada juga mafia nya. Pernah jg di tampilkan di tv.

    Tulisan terakhir graphic designers adalah Using a Media Release in Cause Related Marketing

  35. Susah nih apalagi skrg perekonomian amerika berimbas ke pemecatan buruh di indonesia, sepertinya pengemis jalanan semakin nambah aja

  36. I think I detected a resolution to my trouble. This notice gave me important piece of advice. Because of this I appreciated it.

Tinggalkan Upilmu Disini...