Pekerja IT adalah seorang budak bagi perusahaan saat ini

Written by oktasihotang | dibaca : 4250 kali

I`m back….i`m back, calm down guys !!
Well, sorry lama update dikarenakan kesibukan yang sangat – sangat menyesakkan kondisiku saat ini didunia nyata, sehingga dunia maya pun kurang terurus. Termasuk mengenai masalah Ibu Prita kemarin. Dengar berita perkembangan terakhir, ibu prita bebas dan kasus berbalik ke pihak rumah sakit omni internasional tangerang bahwa RS tersebut terancam tutup dikarenakan banyak pasien yang mengalami kekecewaan dalam melakukan perawatan kesehatan disana. CMIIW :D

Dan oh ya, iseng – iseng cari kabar terakhir dari ibu prita di detik.com, dengan keyword prita, ternyata website detik.com masih ada bug/error, hasil pencarian yg didapat malah looping data. See skrinsut dibawah ini :

detik1
detik2
*image diatas dicapture by oktasihotang.com tertanggal 11 juni 2009 00:42

-00-

Oke, kali ini aku ingin menyuarakan sebuah realita para pekerja IT di Indonesia khususnya dan dunia umumnya. Dewasa ini perkembangan IT sangat pesat sekali, gak usah jauh – jauh, facebook saat ini sudah mencapai 200jt member kurang lebih, semakin banyaknya masyarakat yg sudah mempunya website pribadi, instansi – instansi, perkantoran dan sampai ke tingakt pertokoan sudah sangat – sangat membutuhkan jasa IT dalam mempercepat proses bisnis masing – masing. Sehingga bisa dikatakan IT saat ini menjadi lahan bisnis sekaligus perputaran keuangan terbesar utk abad sekarang ini.

dari kecil sudah dibiasakan dengan dunia IT
*sedari kecil sudah diperkenalkan dengan dunia IT

Terlepas dari itu semua, masyarakat mulai terpacu untuk menguasai bidang IT baik dari segi developer/programmer dan juga flow bisnis yg sedang berkembang saat ini. Parahnya perusahaan – perusahaan (except instansi pemerintahan) yg core base nya berfokus ke bisnis, sedang gencar – gencarnya mencari tips dan trik bagaimana menaikkan pemasukan dari lahan IT. Sehingga berujung kepada keperluan tenaga IT yang notabene menjadi penggerak pembuat dan pengembang aplikasi ber-core-kan kepada aplikasi (dampak dari kemajuan IT). Seperti yg aku ketahui, perusahaan memikirkan bagaimana mendapatkan keuntungan besar tapi mengeluarkan dana yg minim, termasuk biaya operasional, gaji pegawai dan pengeluaran lainnya.

-00-

Fokus dengan judul kali ini, seorang pekerja IT menjadi budak bagi perusahaan tersebut. Pihak perusahaan menginginkan seorang pekerja IT yg profesional, pekerja keras, memiliki daya programming yg tinggi dan mengerti benar tentang flow bisnis yg ada. Sehingga bisa dikatakan pekerja IT menjadi sapi perah para perusahaan saat ini. Diindonesia sendiri, pekerja IT kurang mendapatkan tempat yg layak, penghidupan yg layak bila dibandingkan dengan kinerja yg ada, pesangon pekerja IT sangat kecil bila dibandingkan dengan negara lain. Setau saya masih berada dalam rata – rata 3jt-an, kalaupun ada yg lebih dari situ mungkin karena merupakan pegawai baik – baik, punya sertifikasi programming tertentu. Sehingga jangan heran bila seorang pekerja IT menjadi kutu lompat, sering berpindah – pindah pekerjaan dari 1 kantor ke kantor lainnya, karena apa ?, itu dikarenakan ingin mencapai/ mendapatkan pesangon yg layak. Untung – untung jika perusahaan yg dimasukinya memberi pesangon lebih besar dari perusahaan sebelumnya.

pekerja IT
*pekerja IT menjadi sapi perah

-00-

Miris sekali memang keadaan ini, tapi bgimana lagi mau dibilang ??, inilah kenyataan yg ada. Parahnya lagi perusahaan yg sedang dimajukan oleh para pekerja IT indonesia adalah perusahaan – perusahaan asing. Sedikit sekali pekerja IT bekerja di instansi pemerintahan. Sehingga negara kita ini sulit untuk berkembang. Seandainya saja pekerja IT diperhatikan kesejahteraannya, mungkin tidak bakal terjadi seperti kutu lompat yg saya maksud diatas dan tidak bakal menjadi seperti ini :

perhatikan pekerja IT
*miris sekali memang

Ada solusi atau pendapat mengenai pendapat saya diatas ??

64 Comments (Upil) Betebaran Disini...

  1. petromax dulu ah, sembari ngepul asap, baca ulang postingan ini….met pagi/subuh semuanyaaaaa :)

  2. nich says:

    Coba lihat gambar terakhir di atas, selama masih ada orang yang gak makan.. dibayar berapa pun dia pasti mau kerja.

    Tapi kalau dikaitkan alasan minimnya gaji sebagai pemicu kutu loncat, emang itu yang kerap terjadi. Tapi yang terutama, karena pekerjanya sendiri tuh. Kalau emang punya prinsip, pasti lain ceritanya.

    Seorang pekerja, pada hakikatnya dibeli waktunya. Masalah skill/sertifikasi, yah toh anggaran perusahaan ngegaji 1 pegawai (bilanglah) 3jt. Kalau bisa dapat yang lebih dengan harga yang sama, kenapa tidak dapatkan yang terbaik. Kan beban dan jam kerjanya sama aja =))
    Skill bisa diasah, banyak perusahaan udah siapkan anggaran untuk training atau sertifikasi.

    Sekarang Pekerja IT-nya yang harus nentukan sikap. Terus menciptakan ketersediaan tenaga IT yang berlebih (over-supply), atau menciptakan kelangkaan yang bisa menaikkan harga.

  3. just in case, setiap karyawan gak ada yang seneng sama tempat dia. itu lah yang namanya loyal. susah memang, tapi coba perhatiin orang india :)

    Project2 freelance skala besar dan kecil hampir semua di dominasi oleh yang bersangkutan.

    masalah skill proff, seperti sertifikat memang baik, apalagi kalau pas ngelamar ada portfolio :) pasti keren.

    and jangan dipikir di luar enak, sekarang di us banyak orang bunuh diri gara2 krisis logh :)

  4. IHSAN says:

    pemerintah masih mmandang sebelah mata para “pengusaha” di bidang IT

    hal ini mungkin mereka masih merasa nyaman dengan keadaan yang ada sehingga masih belum merasa untuk menjamah dunia IT

    dan perusahaan asing sudah tahu betapa besarnya potensi para ppngusaha IT di Indonesia dan memanfaatkannya untuk kepentingan mereka (asing)

  5. profesi dibidang IT di Indonesia masih dipandang sebelah mata.. hanya sedikit orang yang bisa menghargai mereka.
    .
    Kalo gw liat foto bapak yang pake kardus bertuliskan ‘will code html…’ aku jadi mrinding. Masak sampe segitunya???

  6. @nich : memang sih depend on peoplenya pra, namun kebanyakan alasan pekerja IT menjadi kutu loncat disebabkan karna pesangonnya gak setimpal dengan apa yg sudah dia kerjakan, dan memang sih manusia selalu akan mencari yg lebih baik dari sebelumnya.. ;)
    @pagerank checker
    oh ya ??, krisis bukan disebabkan karna pekerja IT kan bang mamat ?? :D
    @IHSAN
    betul sekali, seandainya pengabdian pekerja IT utk instansi atau perusahaan BUMN, pasti bisa maju tuh…tapi mau bgimana coba, indo mah gak bisa mengelola sumber daya sendiri..heran :D
    @automotiverblog
    gambar terakhir disebabkan karna pekerja IT yg pesangonnya minim, makanya protes… *nebak2 :) )

  7. Chic says:

    segera alih profesi Ta ;) )

  8. yorick says:

    wah… ngeri kalo sampei kaya poto yang dibawah itu.. soalnya saya juga kebetulan pekerja IT walopun tingkat bawah kebawahnya lagi.. (bukan menengah kebawah yah :D)

  9. Tapi gak semua kondisi itu berdampak buruk kok bos, buktinya salah satu rekan saya menjadi lebih terbuka wawasan berfikirnya gara2 pandangan sebelah mata pihak perusahaan lama tempatnya bekerja, dengan menjadi kutu loncat dia justru memiliki penghasilan lebih di berbagai perusahaan, dengan kerja yang lumayan santai dia bis menghasilkan beberapa kali lipar dibanding penghasilan di perusahaan lama tempatnya bekerja.
    Kayaknya cenderung kepada individu masing-masing menyikapi situasi yg terjadi :D

  10. kisaran says:

    beberapa taun kedepan, ahli2 IT bakalan sgt diperlukan perusahaan2 indo.
    semoga

  11. ariexcom says:

    kalo dipikir2 bener juga,..artikel sodara

  12. focetik says:

    wah saya gak paham bukan org IT soalnya..yang jelas saya mo titip salam buat nayng punya blog ini

  13. @wisata seo sadau
    benar sih, makanya saya juga ada bilang dikomen diatas, depend on peoplenya bgimana menyikapi hal tersebut…
    @kisaran
    semoga.. :D
    @ariexcom ;) )
    @focetik
    salam juga ;)

  14. ganda says:

    Aku setuju dengan pendapatmu ta. Yah, dari pada awak jadi sapi perah dengan gaji yang ‘gak cukup di makan’, mending pindah tempat kerja aja lagi. menjadi seorang kutu loncat.. :D *teringat kata2 bu Inge pula, carilah tempat kerja yang sesuai dengan hati.. hehehehehe… Dari pada awak tertekan, mendinglah cabut..

  15. wi3nd says:

    iya yakh..
    seharusnya mreka para IT menadapatkan selayakna sesuai den9an bidan9na..

    padahalkan dunia tehno tuch makin maju,masa nda ada perhatiannya sama sekali..

  16. namanya juga jadi pegawai, ya pasti cuma jadi “perahan” nya boz, kecuaLi cukup beruntung dapet boz yg “ngeRti” kesejahteraan karyawan nya :)

  17. oktasihotang says:

    @Chic
    jadi profesi apa aku cocoknya mbak ?? :D
    @yorick
    yah..intinya kita jalani aja dengan senyuman..gubraaaaak
    @ganda
    klo kw, yakinnya awak ;)
    @wi3nd
    ya gitulah wi….sabar..sabar :D
    @mp3 cd players
    semoga aja dapat bos yg spp itu..ngerti karyawan ;) )

  18. Tapi emang hampir semua orang berpikiran jadi buruh atau sapi perahan. Sekolah tinggi, ujung2nya kerja ama orang.Nah, target pas uda kerja, kariernya menanjak cepat. Makanya banyak Kita temukan staff atau pegawai yg berperilaku menjilat atau ABS (asal bapak senang).ya bukan?

  19. lucu juga liat gambarnya (korban kemajuan jaman). ya begitulah nasib manusia yang kalah bersaing di jaman yang seperti sekarang.
    ngomong2 kenapa komentator nya di sebut upiler ya mas?? kayaknya anda begitu terinspirasi oleh upil.

  20. mamas86 says:

    Hemmm harus lebih rajin dan giat belajar nih….

  21. wah wah kemaren liat gambar pengemis minta duit pake paypal skrg jago HTML hehehe

  22. alfaroby says:

    salam upil garing…..

    memang benar sih… aku juga dari beberapa teman yang programmer dan ahli di bidang IT memang mereka kayak dipaksa bekerja under presure… dan gaji mereka kalau boleh saya bilang adalah standart dan malah terkesan pas pasan….

    padahal.. ilmu yang dimiliki oleh ahli IT bukanlah ilmu yang sembarangan…

  23. heLgaaa says:

    yoi bner banged tuh..
    semua perusahaan saat ini banyak yag butuh orang2 IT….

  24. achoey says:

    sahabatku
    wakakakak
    judulnya berbahaya :D

  25. repot juga ya mas okta, kalau pekerja IT harus ikut perusahaan asing. padahal, kemampuan mereka sesungguhnya sangat dibutuhkan utk perusahaan dalam negeri. jangan2 perusahaan dalam negeri malah pakai pekerja IT asing. doh!

  26. sewa mobil says:

    wah gambar terakhir pengemis it..kok gak bawa laptop ya dia ?

  27. gak percaya.. kalo nasib pekerja IT kayak gitu.

  28. easy says:

    orang2 bagian IT di pemerintahan kebanyakan malah buta IT.
    tapi pemerintah2 daerah masih juga belom melek akan pentingnya IT

  29. Emang sih, klo diliat dari mata kita
    seperti pendekar2 jaman dulu

    ada kesempatan, ada lawan
    ya baru berantem

    klo ngak ada lawan ya latihan

    mirip kan :D

  30. p3ny0 says:

    itulah nasib seorang IT mas..
    pa lagi seorang programmer, disamping gaji pas-pasan, krja di bawah pressure consumen dan jd makanan setiap hari.. pokoknya bikin stress mas..

    salam kenal n smoga sukses slalu mas.. ;)

  31. @student loan tips
    wah, saya itu kurang tw, but it`s depend on peoplenya lagi :D
    @transformers game
    emang saya upiler :P
    @mamas86 ;) )
    supaya naik kelas yak ?? =))
    @Bisnis Online
    wadow, mantap tuh ada pengemis minta paypal ;) )
    @alfaroby
    betooooooooooooooooool :D
    @Wisata SEO Sadau
    ya begitulah kira2…
    @heLgaaa
    kamu butuh IT gak ?? ;) )
    @achoey
    apanya kang ??
    @sawali tuhusetya
    sepertinya mas…
    *cuman nebak
    @sewa mobil
    itu udah mewakili IT, karna ada tulisan HTML
    @automotiverblog
    depend on peoplenya :D
    @easy
    buta IT, cuman makan duit kenceng bgt, ya kan ?? ;) )
    @aNGga Labyrinth™
    sepertinya mirip angga =))
    @p3ny0
    benar mas,
    salam kenal juga :D

  32. biar budak klo gajinya manteb ya pekerja IT tetep cadas menurut saya …

    yg penting selama kerja itu bisa kita nikmati .. it will feel so great

  33. hahaha…

    gak segitu nya kalai jadi budak. benernya potensi nya besar asal entrepreneurshipnya juga ada.

  34. komuter says:

    akhirnya semua orang melek IT dan rivalitas menjadi semakin ketat….

  35. Liat gambar2 yg du atas rasa gmana gtu…
    serem abiz…

  36. Indah Sitepu says:

    Gambar terakhir miris banget Ta..

  37. Raffaell says:

    Ya ngga segitunya juga sih bro, kalo kita bisa terus berkembang dan upgrade skill jadi specialist ngga akan begitu

  38. Juliawan says:

    hmm bener-bener menarik bro informasinya ^^ bener2 mengena dihati gue maka dari itu sekarang profesi blogger bener-bener sekarang menjadi marak ya bro ^^ gua juga sedang mendalami nich bro ^^ heheheh salam kenal semuanya ya ^^

  39. emfajar says:

    tapi okta nasibnya ga sampe kayak gambar terakhir kan.. :) )

  40. @Guitar Hero Tips
    benar juga sih, i agree with you :D
    @wawan ;) )
    @komuter
    benar sekali, dan ini yg sangat crusial saat ini
    @wahyu ¢ wasaka
    bgimana rasa nya ??
    @Indah Sitepu
    ho`oh
    @Raffaell
    harapannya sih bgtu, sialnya skill mantrap pendapatan sial..heheee
    @Juliawan
    salam kenal juga, thx dah nyasar disini
    @emfajar
    hihihiiiii, menurutmu jar ??

  41. zee says:

    Dulu waktu baru masuk kerja, hrd bilang ke kami para karyawan baru yg baru diangkat jd staff permanen. Di sini yg mendapat prioritas kesejahteraan (baca : gaji tinggi) adalah mereka yg berdiri di depan, spt marketing & ae. Sementara yg terkecil adalah mereka yg duduk di bagian admin (baca : it).
    See? Dalam standar gaji 2009 pun, programmer menduduki posisi gaji yg rendah (1,5jt utk pemula).
    Panteslah banyak teman-teman IT yg lompat kesana kesini, spt katamu di atas itu.

  42. @zee
    tapi masih beruntung sih aku kak, gajiku saat pertama terjun didunia kerja udah diatas 3, heheee :D
    thx GOD :D

  43. Artikelnya bagus sekali, terimakasih.

    From:
    Agung Nugroho (celunk)
    Owner http://icakicik.com

  44. Juliawan says:

    btw ini good posting bro :) and menambah semangat aku dalam blog :)

  45. hmmm…gimana ya…pekerja IT kalau pinter ya ga mungkin mau kerja dengan bayaran rendah…ga dihargai…tapi itu yang banyak terjadi di Indonesia..

  46. Iya batul, terutama di Indonesia, kayanya kurang dihargai banget pekerjaan oran IT ini, saya sendiri orang IT soalnya :D

  47. mobil bekas says:

    ya mau bagaimana lagi, wong waktu jaman kuliah juga maunya pakai program bajakan.. hehe.. nyindir diri sendiri mode on..
    hidup UPILLLL..

  48. faLdy says:

    Uhw, IT IT IT..
    Sebagai orang yang masi belajar IT golongan pemula, berdoa aja semoga IT Indo semakin maju. Semangat IT..

  49. Iya ya. Seharusnya gajinya dibayar tinggi coz programming kan bukan pekerjaan mudah.

  50. Kau benar sobat. Seorang pekerja IT harus mampu menguasai banyak bidang. Ketika aku melamar disalah satu perusahaan tahun lalu, persyaratannya luar biasa banyak. Disamping harus bisa photoshop, corel draw, juga harus menguasai php, asp dan tentu saja html.
    Ini apa-apan??? Aku mau dijadikan sapi perah?? Ntar dulu dech. Mendingan aku buka usaha empang. Ketauan bisa ‘nyantai’ sambil ngeblog.
    selamat malam Lai
    Horas bah… :d

  51. bule says:

    mendingan tuh pekerja IT bikin blog/web bisnis buat nyari $$$, kan lagi trend tuh,, ilmunya jg kepake..tul gak???

  52. Sapi perah says:

    Tak ada hope untuk IT…ketika kita menapaki usia 30, orang IT layaknya pemain sepak bola yg harus sudah gantung sepatu..alias gantung laptop..why???it’s just because kita sudah terlalu tua dan terlalu mahal…implikasinya perusahaan lebih memilih..para fresh graduate yg masih buta akan pengalaman kerja alias mudah di jerat dan di jebak tipu daya perusahaan dengan kontrak kerja yg tidak sebanding dengan load pekerjaan yg tinggi. Leave IT for leaving(sesuap nasi) it’s just tools, why you have to waste your time. tukang gorengan di parkiran kantor perbulan lebih happy dan untung dari pada anda coding selama sebulan…:) hidup IT(fools)

  53. waduh gw budak dong? budak kapitalis wakakakakaka, thanks artikelnya ! keren..apalagi gambarnya

  54. berarti gw Budak donk, gk pa2lah yg penting halal, hahaha…
    By Sinjay School

  55. indygizmo says:

    mungkin iya, namun di beberapa tempat banyak juga koq pekerja IT yang sejahtera, misalnya aja pekerja IT microsoft atau google. Kalo di Indonesia memang kurang layak, ya seperti yang mas bilang itu.. perusahaan banyak nuntut tapi gaji seorang IT sangat kecil. Padahal sangat tidak mudah untuk menjadi pekerja IT (apalagi programmer)..pusingg

  56. backpacker says:

    yup boss….orang IT di Indonesia apalagi…. lebih nggak dihargai… banyakan disamakan dengan posisi Staff Kantor….

  57. envision I read it two times. While I am not as proficient during this issue, I harmonise together with determinations because they feeling. Gives Thanks and goodluck for you.

  58. When one sights the situation at hand, i’ve to accept your conclusions. You understandably show knowledge relating to this subject and i’ve much to discover seeing your publish.Many salutations and that i restarted for just about any further updates.

  59. demand and supply

    never

    lies…

    : )

  60. I assume I discovered a resolution to my issue. This text gave me relevant piece of advice. Because of this I enjoyed it.

  61. amna munajib says:

    hahahahahahha
    nyimak :D

  62. selamet riyadi says:

    Yang jadi pertanyaan …
    Mengapa kebanyakan orang bercita2 menjadi pekerja ? mengapa tidak bercita2 memilikki usaha sendiri ???
    untuk para programmer, mengapa perusahaan ingin membayar anda murah ?
    karena hasil pekerjaan anda hanya berstatus ” pendukung “..
    mengapa tidak berniat menciptakan program sebagai sebuah “PRODUK ” , bukan hanya Software yg ditanam ke dalam komputer., saya yakin, produk anda akan di buru perusahaan dan menghasilkan income yg luar biasa.
    Berapa besar pendapatan perusahaan AVIRA sebagai pembuat anti virus ? ( apalagi jika tidak ada yg membajak ).
    Untuk para programmer,, SEMANGATTTTT,, jgn pesimis yaaa…

Tinggalkan Upilmu Disini...